Monday, January 29, 2007

ugh...bosan sekali
dengan hidup sekarang
manusia aneh
waktu liburan bosan kebanyakan waktu luang
waktu kuliah ribut kekurangan waktu tidur
dasar....

Sunday, January 14, 2007

The Hell named Porto

Byuh..byuh..akhirnya saya mengerti siksaan 'neraka' bernama porto ituh. Entah ya, mungkin saya yang malas ato kurang terjadwal (i'm the true deadliners!!!), maka saya bener2 paham mengapa seniyor2 interior itu ada yang sampe nangis darah segala waktu menggarap tugas yang satu itu.

Porto perdana saya dilalui dengan sejuta rasa dan darah. Tepat H-5, mungkin karena beberapa hari sebelumnya saya sempat sotoy ngomong ke si MORON DILEZ "gw janji, H-5 gw nangis gara2 porto", maka terjadilah....saya bener2 nangis gara2 demam tinggi hingga 39' C !!! Secara porto saya nol persen, dan tubuh ambruk pasca gamtek, maka menangislah saya di kamar...sampai tertidur.

hari2 berikutnya, sama saja. Semakin parah. Saya berjuang melawan sakit, ngantuk, dan bokek demi selesainya porto perdana. Hehehe...asal tahu saja, H-3 sms dari sesama teman senasib mulai berbunyi yang nggak2. Diantaranya seperti ini :

Dina : iya vin, Dina sampe mimisan loh bikin portonya...
Chinda : saya udah mimisan tadi siang, halah bangga, saya g mau mati gara2 porto, tapi
bnr ni g kuat...
Hendy : ga tau ah, gw bingung, kayaknya pasrah aja...
Monic : ga ngerti vin...vini...gw lgi bkin sambil nangis..blm jadi apa2 neh !
Anggi : blm jadi apa2 vin...aku mimpi jin pa pri nyundut rokok gara2 porto aku g slesai2...

.........dan segudang sms lainnya, yang berintikan sama...desperate, bingung, dan kekacauan ingatan mendadak.

Saking parahnya, saya sampe mengalami insomnia jangka pendek. Lupa kapan terakhir makan, mandi, boker, tidur, bahkan sampe kalo ada yang nyapa di jalan, gw cuma diem membatu karena tatapan mata tiba2 menjadi garis2 berganda akibat terlalu banyak melihat mili penggaris ^_____^

Bahkan sampe ultah sahabat saya mulei SD pun terlupakan !!! Ooh...bunuh saja diiku yg tak berguna ini. Udah gitu portonya telat ngumpulin pula. Kerjaan 70% gue sudah saja...untuk dieksekusi !

Dan setelah porto dikumpulkan (yang mana sempat terangkum dalam episode drama dan laga bersama Anggiena Arifani, DI NIM 04) melalui perjuangan di ujung tanduk, yang ada gw beneran bengong mengingat apa yang gw lakukan selama 5 hari silam. Tiba2 gw tersadar kalo gw udah gak mandi 2 hari, gak pergi dari kamar kosan 3 hari, dan gak makan bener 4 hari. Lalu tiba2 gw tersadar bahwa gw meninggalkan radio di ruang belajar lantai 2 selama 2 minggu, mug dan botol minum selama 2 minggu, juga setumpuk sampah tak bermanfaat selama 3 minggu....di ruang belajar. Pantes si mbak nani jadi rada sentimen ma gw. Lha saya membuang 'sampah' tidak pada tempatnya.

Kemudian saat beberesan kamar dilakukan, saya sendiri takjub menemukan betapa banyak sampah yang tertimbun. Sampai2 dvd dan cd mp3 anime yang waktu itu sampe nangis2 nyarinya bermunculan dengan indah dari bawah CPU komputer, dan kaos kesayangan yang sudah diikhlaskan utk hilang muncul kembali dari bawah tumpukan kertas. Bahkan MP3 player saya yang sudah hilang 1minggu pun ada !!!!

Lalu saya terdiam memandangi 4 kresek besar gunungan "harta karun" yang siap dibuang. Pertanyaan selanjutnya adalah.....kemana buangnya ya ???

Benar2 the hell named porto, sejorok2nya gw, gag pernah gw meninggalkan bekas popmie sampai 4 hari di kamar. Juga membiarkan coklat 2 minggu gag dimakan. Ampunnn.....

yah...itulah portofolio...sekarang saya sudah MERDEKA !!!!

Monday, December 25, 2006

semakin hari dalam kepala ini tambah carut marut dan menggelegak
padahal ingin rasanya jadi ringan seperti bola-bola kapas yang legit dan manis
hanya sayangnya saya terlalu bodoh untuk jadi pesulap ria yang bahagia tralalala
betapa menyebalkan !!!
padahal sudah saya kirimkan sejuta doa lewat dandelion ke atas sana
apa surga memang belum menyediakan layanan kilat khusus keajaiban ?!?!?
padahal...sungguh, sebenarnya seutas kecil tali senyum pun tak apa
huh, masa kalah sama neraka yang sudah punya servis kebahagiaan yang sakit namun manis, lintas dunia dan alam baka ?
oke...memang sakit, tetapi manis...menggoda...nikmat
entah, saya sudah tidak mau berpikir lagi soal pandangan orang
mereka bilang saya absurd...silakan
toh selama saya merasa tenang, mengapa tidak ?
bukan apa-apa, saya hanya tidak ingin memuntahkan gunung api satu lagi
sebab dunia ini sudah terlalu lama merasa lelah
Psychosomatic of Psychopatic In Mind


Sejak kapan blog ini menjadi ajang tumpahan depresi racau-meracau dengan emosi sedemikian kelam ? Susah jawabnya. Mungkin sejak kenangan keparat masuk dalam hidup saya dan dia sukses membuka 'jendela'. Well....walaupun kadang kesal, tapi terimakasih banyak. Kamu membuat diri saya lebih 'kaya'.

Kali ini tentang psikosomatis. Apa itu ? Bagi yang belum tahu, psikosomatis adalah semacam penyakit yang timbul pada tubuh akibat gangguan kondisi mental. Singkatnya adalah karena kondisi psikis yang lagi gak seimbang, maka tubuh bereaksi yang aneh-aneh. Seperti yang terjadi pada saya ini.

Gejala psikosomatis pada saya dimulai dengan sakit kepala semacam migrain yang berulang-ulang. Atau badan yang terasa capeekkkk banget kayak habis kerja kuli satu bulan. Berakibat buruk pada bertambahnya jam tidur secara tidak terkendali, sehingga tugas-tugas terbengkalai dan saya nangis darah karenanya (damn it ! seringnya muncul pas jaman2 UAS yang berakibat UAS saya nggak pernah maksimal sehingga IP yang didapat...yahhh.. segitulah...). Lalu, setelah kemunculan kenangan keparat yang sukses membuka 'jendela' itu, dan ketika dia mulai meracuni pikiran saya lagi dan lagi, maka gejala psikosomatis itu semakin gila saja. Titik kulminasi puncak terjadi pada 2 minggu terakhir. Dimana badan yang sebelumnya hanya bereaksi lewat sakit kepala saja, sekarang menghebat ke arah mual dan muntah jika bersentuhan dengan pemicunya. Contoh spektakuler adalah Minggu kemarin. Ketika 'sang pemicu' muncul tepat di hadapan saya, maka di depannya saya bisa tahan. Namun setelah itu saya benar-benar muntah-muntah dan eneg. Kondisi tubuh menurun drastis. Badan jadi lemes. Suhu tubuh agak panas tapi menggigil, seperti waktu penyakit liver saya kambuh dan harus istirahat bed-rest 1 bulan di masa TPB. HEBAT !!!!

Perlu diwaspadai jika anda mengalami hal seperti ini. Setelah saya konsultasi ke seorang ibu bijak yang ahli psikologi, keadaan demikian sangatlah tidak sehat. Sebab, secara kasar, semua aspek tubuh sedang tersiksa, sehingga kesadaran jiwa sulit mencari pegangan. Jika dibiarkan, maka orang tersebut bisa merasa nikmat dengan sakit yang diderita, kemudian menjurus ke arah masochist. Tahap parah adalah 'lahirlah satu psikopat lagi ke muka bumi ini'.

Lalu, saya ? Kata si ibu, untung cepat cerita, atau setidaknya, secarutmarutnya kondisi saya di 'dalam', otak dan kepala masih mampu pegang kendali dan berkata bahwa "ini s-a-l-a-h". Dan saya mengeluarkan segala gelegak emosi itu, walau tidak semuanya. Namun sudah sedikit lumayan daripada tidak sama sekali. Bahkan beliau sudah warning pada saya, "Hati-hati !!! Kalau dibiarkan, kamu bisa jadi masokis/psikopat." HHiiiiiiii...nggak mau ah. Cih, kan saya mau jadi anak manis sajah.

Tapi, psikopat dalam pikiran, mungkin mulai 'ya'. Saya absurd, aneh...gunung api. Makanya saya harus menyeret kenangan keparat itu supaya kita bisa duduk bersama dan membuka matanya soal kenyataan yang sedang terjadi pada diri saya. Mungkin setelah itu dia akan pergi, dan saya harus siap untukitu. Hhhh...tampaknya perjuangan untuk bisa 'berlari tanpa perlu berbagi lagi' masih sangat panjang.

Sebentar lagi tutup tahun. Ayo buat sesuatu yang spektakuler.
Mari !!!
Don't want cigarette to be my new boyfriend (but have dreamed too...)
I prefer vodka or some red cognac to be with me in one of 'another one night stand love-lust mixing'
Cos i will be so lonely, lonely
if i'm stayin' here with nobody
Oooh... i've been searching for guys again and again
How's with my alter-ego inside ?
Of course honey...she doesn't mind doin' threesome for a while
Again and again
Until we get bored
It's okay to look after the true Mr. Right (watch it !!! not Mr.Right Now anymore!)
Cos we've allowed one person to enter our own world
are ya'ready ?

Wednesday, December 20, 2006

waiting for that day....


Dunia ini sibuk. Waktu berjalan, dan memaksa kita berlari, berlari, makin cepat, dan cepat. Saya sendiri tahu bagaimana rasanya menjalani ritme kerja 'i am busy all day long'. Walaupun waktu tidak dihabiskan untuk nongkrong atau pergi berdansa, namun menjalani kehidupan studio saja lebih dari cukup untuk membuat sadar kalau ternyata hidup dan remeh-temeh di dalamnya itu berharga.
Kalau ada orang bilang, "semakin dewasa berarti semakin banyak kehilangan", mungkin memang benar adanya. Entahlah, saya memang dramatis melankolis dan atau mulai paranoid, saya merasa semakin banyak orang yang pergi. Atau mulai terhapus dari lingkaran ingatan saya. Bersyukur saya masih belum lupa akan diri sendiri. Karena kalau itu terjadi, maka alter-ego saya akan sangat bahagia, sebab ia akan mengejawantah seutuhnya. Dan mungkin, saya juga bahagia ?
Saya pernah bersumpah pada diri sendiri, "Kalau dengan jadi serigala penyendiri saya bisa kuat, itupun boleh." Namun sekaranag tidak, saya ingin tetap punya seseorang untuk berbagi. Seseorang tempat saya bisa menjdi diri sendiri. Setidaknya tempat saya pulang dan bersandar kalau lelah sudah menghujat.
Apakah saya mulai egois kalau berkata teman-teman saya mulai hilang ? Saya dalam hati menghujat dan berteriak,"Kemana kaliaaannnnn?????" namun di luar saya memeluk dan berkata kangen. Manis bukan ? Hah, sudahlah, saya memang brengsek. Biar saja. Toh kebrengsekan saya tidak tampak di depan kalian. Bukan apa-apa. Saya tidak ingin kalian pergi.
Ingin rasanya bisa berlari tanpa perlu berbagi lagi. Tapi tetap harus ada tempat untuk pulang. Egois. Seenaknya. Pemikiran yang absurd. Mulai tidak waraskah pikiran ? Mungkin. Namun saya sudah terlanjur berjanji untuk menjadi anak manis. Ya, kepada kenangan keparat itu. Haaahh...bisa jadi saya akan terus berusaha dan berusaha menepatinya. Di depan kamu semua termaafkan, bukan ?
Teman-temanku yang dulu, maaf aku mulai aneh. Maaf aku tidak menepati janji. Bisa jadi kalian bakal marah dan kecewa kalau kalian tahu kenyataannya. Bahkan mungkin kalian bakal pergi. Kalau memang begitu, saya bisa apa ? Terserah....
Keparat, kamu seperti candu. Badan saya tidak mau nurut walaupun hati dan kepala sudah tunduk. Sampai kapan begini ?Keparat kamu, tapi siksaan itu...kenapa terasa begitu manis ? Hhh....darah saya sudah menggelegak membayangkan kelanjutannya. Siksa saya lebih dalam lagi...sampai saya kuat. Dan saat itu tiba...

Ketika akhirnya saya bisa berlari tanpa perlu berbagi lagi...

Tuesday, December 19, 2006

Still Stuck On You...Dodol !!!


Aha, ini sudah nyaris penghujung Desembber. Sebentar lagi kalender hape saya akan berganti dengan 2007. Lalu, bagaimana kabar, Chibun ? Yup, seperti yang anda lihat, masih berkutat dengan studio, banyak berjuang, banyak terjatuh, lalu berusaha untuk bangkit dan terus berlari. Same as usual....
Topik kali ini ada kaitannya dengan kondisi kesehatan mental saya. Mengenai janji si bodoh itu untuk datang ke tempat saya berada. Lagi ??? Ya, seperti lagu lama...yang anehnya walaupun diucapkan dan diingkari berkali-kali masih saja membuat saya senang dan berharap. Seperti sekarang.
Dia bilang akan datang akhir tahun. Dan kali ini saya sedikit sebal pada diri sendiri. Bagaimana mungkin saya yang sudah lama tidak bertemu, berniat melupakan dan membuka lembaran baru, lalu menghapus kenangan manis yang menyakitkan bersamanya itu, masih saja berjingkrak senang ketika ia berkata demikian. Dua tahun !!! Nyaris dua tahun saya berjuang membunuh rasa itu dan nyaris sukses...sebelum akhirnya ia datang lagi dan meruntuhkan benteng yang saya bangun dalam sekejap.

Mungkin benteng itu masih terbuat dari pasir...tanpaknya harus ada sentuhan batu alam atau marmer yang dingin...

kepala saya sudah mengatakan "jangan berharap !" "Lupakan !" namun tetap saja hati ini mendamba. Mungkin entah karena memang "sakit" atau tubuh saya yang overload, maka ia bereaksi yang tidak-tidak. Akhir-akhir ini saya muntah-muntah, sakit kepala. Bahkan melihat namanya tertulis di papan sebuah biro perjalanan wisata saja , sukses membuat saya mual. Sehingga saya menghujat, "Angin yang buruk."

Ya, kamu masih angin yang menghembus saya kuat-kuat. Sampai kapan begitu ? Sampai saya jatuh, atau mati beku ?
Saya masih punya tanggungan portofolio dan jalan panjang menuju karier yang harus dicapai, tahu !!! Akan sangat mengganggu kalau kamu terus seperti itu,dan diri saya juga berkembang makin nggak beres. Cepat temui saya di sini, walaupun jujur saja, saya takut kamu akan benar-benar pergi melihat saya yang sekarang.

Mungkin saya akan jatuh lagi, dan terpuruk untuk yang kesekian kali
Tapi tak apa, karena untukmu semuanya bisa, semuanya dapat dimaafkan
Lagipula, saya sudah lelah berpikiran seperti ini,

kalau mau datang, datanglah
tidak datang juga tidak apa-apa
kamu tahu kan, kalau aku akan selalu bisa bersikap seolah-olah "i'm fine?"
see you here....

semoga kamu sadar, dodolku tersayang
dan kalau kamu datang, kita lihat jadinya seperti apa nantinya
Responsible Grey Area

sudah berapa lama ya keadaan menjadi demikian ?
selama ini sih, tampaknya baik-baik saja. baru kemarin terlihat kalau ada sesuatu yang ganjil
asal kamu tahu saja, dunia saya bukan dunia pasti
tak pernah ada formula baku untuk rumusan masalah a atau b
semuanya boleh-boleh saja
tampak menyenangkan, bukan ?
bahwa ternyata akhirnya saya sampai pada suatu titik dimana kebebasan yang ada itu sangat abu-abu....walaupun pada akhirnya diusahakan terdapat lebih banyak putih daripada hitam
melelahkan, menyebalkan, sedikit membosankan
grey area saya kan tidak seperti itu
mungkin kalau yang normal adalah abu-abu muda yang nyaris putih, maka saya adalah abu-abu gelap dengan sapuan titik hitam di sana-sini
juga semburat merah marun dan ungu velvet yang angkuh
tanggung jawab, etika, konsekuensi, semua kata itu mulai membuat saya teriritasi
lalu berpikir,berpikir,berpikir
apakah saya sedemikian aneh ?
huh, kalian pasti akan menjawab "tentu"
sudahlah, diam saja mungkin lebih baik
dan mencoba berdamai dengan abu-abu yang nyaris putih itu

Tuesday, November 14, 2006

kalau langit senja hari nanti masih berwarna merah
berarti saya masih akan berpikir untuk kesekian kalinya
saya sudah nyaman berada dalam lingkup kerang kecil yang menenangkan
ketika tiba-tiba ada yang datang dengan brutal
caranya sarkastik, namun manis
saya ingin lepas darinya, namun tak bisa
sebab dia terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja
kesakitan yang manis mulai terasa biasa saja
setelah awalnya saya sempat menjerit-jerit karena tak tahan
lalu saya kirimkan saja rentetan kata-kata itu ke atas sana
sebuah romansa yang sadis, namun mengapa di depan saya menjadi tenang ?
menghanyutkan, membuat saya nyaman dipelukannya
walaupun mungkin jika saya waras itu adalah sebuah kungkungan yang berduri
lalu senja mulai hilang dan kegelapan datang
menyambut saya dengan wujudnya yang membuai
aduuuhhhhh...bagaimana ya ? Saya tidak takut untuk menerima cahaya...tapi...
saya juga tidak mau dunia saya hilang
apa sebaiknya jangan bangunkan saja saya selamanya, supaya saya bahagia ?
Biar saja ah orang mau bilang apa
saya tetap memilih berdiri di bawah senja
sambil berharap kegelapan tidak hilang
dan cahaya tidak datang terlalu banyak
Hari-hari Hidup Setelah Hidup Kembali


Akhirnyaaaaa......gue bisa nulis blog lagih !!! Saia telah kembaliiii !!! Setelah sempat beberapa lama vakum dari dunia maya dan aktif berjuang di dunia nyata, sekarang gue mampir sejenak untuk melepaskan uneg-uneg yang menggunung di kepala..

Pertama-tama, Selamat Lebaran yaaa...Minal aidzin wal faidzin semuanyaa...terimakasih, terimakasih selama ini sudah tahan ngehadapin gue yang kayak gini. Makasih juga pada dunia dan Tuhan sebab kalian masih membuat saya hidup dan melakukan hal-hal bodoh hingga detik ini...(bodo amat telat banget, daripada nggak, ya kan ?)

Lalu,,,,setelah sempat berkembang berbagai spekulasi mengenai keadaan fisik dan kejiwaan saya pasca "tumbang" kemarin itu, sekarang gue mo klarifikasi yah. Gue menyebut kesembuhan gue dan timbulnya lagi kemauan gue untuk kuliah sebagai "fase hidup kembali". Yup, emang kondisi fisik gue nggak memungkinkan untuk diforsir terlalu keras. Intinya, gue gak boleh menjalani hidup dengan banyak pikiran dan beban masalah, soalnya itu bakal ngefek langsung ke diri gue. Yang sempet bikin depresi adalah situasi kuliah gue dan elemen2 di dalamnya (you know what i mean) yang sering bikin emosi dan memunculkan sisi gelap dalam diri gue. Akhir-akhir ini ia makin sering keluar aja nih...Come here, my alter-ego, stay with me forever yah...and give me the strength to survive...Thanks to temen2 gue yang udah bersedia nerima gue yang kayak gini dan terutama mereka yang punya kecenderungan yang sama (hahahahaha...inget waktu kita mau nembak dosen tidak ?untunglah upaya pencarian produsen senjata terutama pistol telah tutup buku) yang selalu siap bergila bersama saat kita sedang kumat. Yup, like one of my friends said, "saat ia sadar untuk berhenti teler sejenak, lalu bangun dan mendapati keadaan dunia nyata, ia terombang-ambing dalam dilema. Jika kegelapan ternyata lebih menenangkan dibanding dunia yang penuh cahaya, mungkin lebih baik tetaplah beri ruang untuknya di dalam sana. jangan bangunkan dia, sebab selama dia bahagia, mengapa tidak ?" Lalu saya berpikir demikian, "mungkin sudah waktunya kita belajar menerima cahaya, sebab kegelapan yang terlalu pekat juga tidak sehat. Tapi mungkin tetaplah sisakan ruang dalam diri untuk dunia kecil kita, tempat kita berdiam dengan nyaman. Karena selama ini dia sudah menjadi bagian kita yang tak terpisahkan, bukan ?"

WARNING : Tidak boleh stress, jalani hidup dengan sehat dan luar biasa

Lalu soal rutinitas kuliah. Yah..hari-hari semakin padat, dan saya sudah mulai terbiasa dengan sakit kepala yang menusuk-nusuk itu. Mau bagaimana lagi ? Stress dan kelelahan kan nggak bisa hilang sama sekali, secara dunia saya adalah rimba per-interior-an yang kejam dan berbisa. Ayo...ayo...lebih ambisius lagi, siksa dirimu, keluarkan kreativitasmu, berdayakan setiap sel-sel otakmu, mari-mari bersahabat dengan maket dan denah. Sebab kita akan sering bercinta nantinya^_____^ Dan juga seseorang target cinta tak berujung itu, sampai kapan sih Anda mau membuat saya membatu ? Dasarrrr !!! Anda membuat sisi gelap saya makin eksis !!!

Lalu terakhir, soal mencari arti cinta dan hidup. Lowongan ksatria berkuda putih alias pangeran penyelamat masih terbuka sangat lebar. I'll still search my man. Seseorang yang bisa membuat saya lebih hidup dan bisa bikin saya manut tanpa ngomel-ngomel di belakang. Huahhh....dia ada dimanaaa yaaaa???

Buat gadis-gadis dandelion, ayo jangan berhenti make a wish dan bermimpi yah...sudah lama rasanya kita tidak membisikkan harapan kita pada angin dan awan di atas sana...kapan keliling ITB lagi demi mencari dandelion penyemangat hidup itu ?

Yang terakhir, doakan saya yahh...supaya tetap jadi "anak manis"

Saturday, October 07, 2006

Dilemma Kebutuhan dan Keuangan


Wuihhh...rasanya kok judul postingan kali ini berat yah ? Bangga juga bisa nulis kalimat kayak gini --> setelah kemampuan otak menurun drastis sejak masuk SR...=p Yap, topik ini berisi jeritan hati seorang mahasiswa miskin yang mengalami musibah dompetnya dicopet pada Jumat Berdarah kemarin. Jika anda tidak siap mendengar kondisi terbaru saya sekarang, ya...ndak udah dibaca.....

Ternyata....kehilangan barang berharga membawa perubahan positif bagi diri saya (tapi kalo dompetnya hilang lagi, nggak mauuu !!!!!). Mungkin cuma sugesti atau karena keadaan yang memaksa, tapi saya jadi lebih irit. Kalau kemarin mah suka tanpa pikir panjang mengeluarkan duit untuk keperluan kuliah dan juga hal berbau senang-senang, beberapa hari terakhir ini tidak lagi. Asiiikkkk....semoga keadaan ini terus berlanjut yah...saya udah kapok mengalami sindrom miskin mendadak di akhir bulan, sementara banyak barang lucu-lucu yang menggoda iman ^^

INTERMEZZO : SAYA BISA PULANG TANGGAL 20 OKTOBER !!!! HOREEEEEE.....Abis UTS Metodologi Desain bisa langsung cabut.....AKhirnyaaaa....aku pulaaannggg......

Kembali lagi ke konteks topik. Berikut adalah daftar keteguhan hati saya terhadap beberapa hal yang (seharusnya) sangat menggoda iman kalau saya sedang punya uang :

  • Kemarin ada CD yang super menggoda untuk dibeli (Enigma dan Gregorian). Tapi nggak jadi beli karena tragedi dompet saya raib itu.
  • Ada anime lucu yang pengen ditonton. Ditambah lagi menemukan DVD Tsubasa's Chronicle dan Film lama Disney yang pengeeen banget ditonton lagi....juga batal karena Friday Tragedy itu.....
  • Sabtunya ke Gramedia ada setumpuk komik yang membuat lapar mata. Nanyilah itu di jember saja menodong handai taulan dengan jatah angpau lebaran....
  • Selentingan gosip bersama lelaki2 interior jumat kemarin bahwa harga USB dan MP3 player sedang turun gila-gilaan. Masa MP3 player 512MB cuma 200ribu-an ? Tentu membuat saya makin mupeng...tapi dengan situasi dan kondisi sekarang...yahhh...bisa ditunda....
  • Belum lagi keinginan intuk meng-upgrade penampilan. Sudah setengah tahun lebih saya nggak beli baju baru, ternyata !!! Tapi gak tahu ya, sejak di Bandung jadi makin males beli baju yang baru, lebih cinta Gedebage (ini sih parah...). Tapi....lagi-lagi kondisi keuangan tidak memungkinkan
  • Bokek berat terbukti membuat saya lebih bisa menahan diri terhadap makanan. Amin....semoga saya jadi kurus...mau donggg......
AYO TAHAN>>>TAHANNNN......dan mengecillah kamu wahai Vini si Chibun.....biar semua orang sirik kalo saya pulang ke jember dengan bodi bagai model (halah, yang itu mah nggak mungkin !)

Friday, October 06, 2006

Friday Tragedy

Jika anda tahu mengapa saya masih bisa ke warnet buat nulis postingan ini, maka HORE !!! anda belum tau kejadian sebenarnya. Kalau anda sudah tahu, maka reaksi umum yang seharusnya timbul adalah....Ya ampyuuun, bisa-bisanya anak ini masih nyantai aja padahal udah ketiban kejadian kayak gitu....terserah anda mo yang mana, yang penting saya ingin cerita...

Kemarin Jumat adalah hari apes besar buat saya. Kesialan dimulai ketika untuk pertama kalinya saya telat keterlaluan datang kuliah pagi Metodologi Desain. Secara dosennya adalah Bpk. Widiharjo yang sudah sepuh dan baik pisaan atas sikap mahasiswanya yang pada kurang ajar, maka saya sangat-sangat malu baru datang jam setengah delapan padahal seharusnya kuliah jam 7 (gara2 semalam sebelumnya pegal2 akibat main Twister di buka bersama Interior). Lalu sial kedua adalah handphone saya ketinggalan di kostan, dan saya baru sadar jam setengah 9. Parah !!! Buat saya, handphone sadalah nyawa kedua. Jadi ya sudahlah,,,sambil berharap bakal waktu pulang dan buka hape menemukan bahwa banyak sms dan missed call yang masuk, sehingga tiimbul perasaan konyol; bahwa banyak yang nyari saya...hehehe...sok penting...

Lalu sial ketiga adalah ternyata Gamtek mengadakan pra-UTS dimana kita disuruh bikin gambar denah,ceiling plan,dan tampak yang harus slese hari itu juga !!! Gagal sudah rencana panjang jalan-jalan bersama Riri untuk mengubek Bandung di sore hari....jadilah mengerjakan tugas itu dan melupakan kerinduan akan Catwalk Pasar Jumat di bawah sensasi ancaman tai burung yang menantang !!! Dan selesailah tugas itu jam 3 sore. Kemudian saya, Chinda, Riri keluar prodi sambil memandang ITB dengan takjub dan berkata, "Whaaaa....baru kali ini ya kelar kuliah jumat jam segini lagi..." Tapi untung juga sih, jadi tak ada tugas yang harus dikumpulin Rabu depan. Jadi, harus bagaimana memaknainya ? Ya, saya tahu, sengsara membawa nikmat lah....

Lalu akhirnya terjadilah sial empat yang merupakan kesialan terbesar. Ibaratnya kalo artis, keluarnya paling terakhir soalnya dia yang paling fenomenal. Dan lokasi scene sial empat saya ini terjadi di surga CD bajakan Bandung....Flower City alias Kota Kembang...Ceritanya...yah..begitulah...

Saya sedang sibuk milih CD musik ketika berbahagia karena menemukan CD Enigma dan Gregorian. Aliran musik AMBIENT yang misterius menenangkan jiwa yang terluka parah. Memang saat itu toko penuh. Lalu, ketika saya akan membayar, ternyataa..... Jreng Jeng Jeng...(lebih dramatis lagi dengan adegan ala sinetron yang close-up wajah berganti-ganti)

TAS SAYA TERBUKA !!!!!
DOMPET SAYA HILANG !!!!
KTM ATM KTP MEMBER CARD....SEMUANYA RAIB !!!
TIDAAAAKKKKK !!!

LAlu...saya masih mencoba positive thinking...dan saya masih berusaha tersenyum sambil nyari kesana-kemari kemungkinan-dimana-dompet-saya-berada di rute jalan yang tadi dilewati setelah turun angkot. Tapi.....ternyata memang tidak ada......dan setelah itu dalam diri saya muncul suatu emosi yang aneh, campur aduk. Gak tahu kenapa, mau nangis juga nggak bisa. Jadilah saya bengong sendiri...yang ada malah keliatan kayak yang nyantai-nyantai aja, padahal udah gak tahu mau biaya hidup dari mana lagi.

Pendeknya, dompet saya hilang. Semua barang yang jadi "nyawa additional" saya ilang juga. Dan karena saya udah nggak punya waktu untuk nangis, yang terbayang di pikiran adalah....semoga saya kuat ngalamin birokrasi ITB dan Annex yang super duper rumit sampe katanya bisa bikin nangis darah itu....demi mengurus KTM saya. OOhhhh....pertaruhan mental kedewasaan saya diuji di sini....mari semangat, saya harus kuat !!!!

Buat yang ngambil dompet saya : saya udah ikhlas. Kalo memang itu untuk keperluan Lebaran, semoga bermanfaat....Hanya, lain kali kalo kepepet gitu, jangan saya dijadiin sasaran lagi ya...

ANNEX......I'm coming !!! Bersiaplah direpotkan oleh mahasiswi ber-NIM 17305032 dari Desain Interior 2005 !!!

Monday, October 02, 2006

wanted

dosen-dosen busuk
yang berkecimpung di bidang desain interior
yang suka telat, jarang datang malah
demi sekolah atau proyek atau apapun itu

kenapa saya mencari anda
simpel kok

saya hanya ingin bicara sambil mengacungkan jari tengah di depan wajah anda
supaya anda lebih menghargai mahasiswa
supaya anda tidak makan gaji buta
supaya anda sadar bahwa anda sedang melakukan pembodohan massal

cepat sadar ya, pak
supaya saya tidak sampai hati mendoakan anda
supaya anda mendapat "neraka" dengan segera
AAARGGHHHH !!!!!!


HUH, semakin lama isi blog ini main tak karuan. membuat frustasi. gua udah bingung mau memaknai keadaan kejiwaan gua sekarang seperti apa. carut marut, kacau, chaos. makin hari entah kenapa gua makin sentimen pada banyak hal, sehingga muncul pikiran2 dalam diri yang makin subur dari hari ke hari kalau gua ingin menghilang saja.

Pertama, soal internet, warnet, atau apapun berbau itu yang makin menyebalkan saja di Bandung ini !!! HOOIIIIII...kapan gua bisa nge-net di sini dengan tenang ???? Sudah 2 minggu ini setiap gua mau ke warnet, yang ada warnetnya penuh terus !!! Kalopun bisa nge-net, ada aja gangguan, mulai dari koneksi warnet yang super duper amat sangat lambat bin letoy, sampe gangguan virus. kayak sekarang aja nih, gue mo menyenagkan diri dengan ngasih testimonial ke temen2 gue di friendster aja, si friendster lagi checking time for maintenance. mau niat ngupload foto, gagal. mau ngupload message penting di milis, gagal. belum lagi gangguan virus. ANJING !!!!

lalu kuliah gua semakin dipenuhi oleh ketidakpastian. si dosen interior tercinta kelas NIM genap itu makin gak sopan aja nurut gua. Masa atas nama sidang dan gelar S3, dia berminggu-minggu lenyap ditelan bumi? tanpa tugas, tanpa pemberitahuan, yang bikin gue kayak orang bego membuang uang untuk pergi ke kampus dengan tujuan menunggu kuliah yang tak tentu arah, dan akhirnya kecewa. BAngsat pisaaannnn !!! Kembalikan uang angkot sayah !!! Kembalikan SPP saya !!! Bapak pikir saya jauh2 kuliah di Bandung demi buang waktu gak jelas nongkrong nungguin bapak dateng ke studio sampe mampus ??? Dalam hati saya sudah busuk pak...jangan ditambah lagi....

terus masalah orang tertentu di sekitar gua yang semakin tidak gua mengerti maksudnya. oke, mungkin gua yang sadis atau terlalu "kelam", tapi gua nggak habis pikir sama orang yang ketemu gua aja belum tapi udah baik minta ampun. and sempat bilang kalau dia care ama gua. maksudnya apa ? Gua udah lelah menghadapi ramah-tamah busuk belaka. gua nggak ada waktu untuk "just playing around". ada orang yang bilang kalau dia care ama gua. padahal ketemu aja belum pernah. atas dasar apa elo care ke gua ? maaf, gua ngga bisa percaya. karena elo belum kenal gua yang sebenarnya. saat ini gua bener-bener butuh pertolongan....tapi gua minta tolong pada siapa ?

gua nggak mengharuskan elo selalu ada
gua nggak menuntut elo macam-macam
tapi kenapa setiap gua butuh kalian semua, kalian nggak ada ?????
kemana kaliaaannnnnnn ?????
kalau terus-terusan sepeti ini, mungkin akan tiba saatnya
dimana gua mulai men-delete kalian dari hidup gua
dan menganggap semua kenangan manis itu sudah busuk
benci benci benci benci
die die die die die die die die die

Friday, September 15, 2006


i'm sick, so damn sick....
berkubang dalam dunia yang resah
bergulat dengan waktu untuk mencari jalan keluar
kegelapan itu bisa menyenangkan, ya ?
saya tahu ini salah, tapi saya senang di sana
di sana hening, kosong, hampa
dan ada damai yang menenangkan
walau saya tahu itu semu semata
saya benci mengakui bahwa saya lemah
namun saya yang sekarang mau bagaimana ?
saya lelah dengan semua yang terjadi sekarang
terlalu banyak romansa busuk
terlalu dalam sembilu dari masa lalu itu
apa saya harus sampai berdarah-darah, baru kau puas ?
tak tahulah.....yang saya tahu...saya lelah
saya ingin istirahat
dalam kedamaian

lagi-lagi emosi itu ada
menyesak dada, membungkam jiwa
saya sudah lama diam dalam senyap, dan dia memanggil lagi
membangkitkan sejuta memori kilas masa lalu
yang indah, namun pahit
apa itu hanya romansa busuk belaka ?
ataukah saya yang mulai gila ?
dunia ini brengsek
begitu pula saya
sebab manusia hanya akan tahu pasti bahwa ada yang salah
jika dia pernah terjun dalam kesalahan itu sendiri
dan...ooh, kamu, my rotten romance
tetap tinggal di hati saya ya, sayang
sakiti terus saya, lebih, dan lebih lagi
sampai saya bisa lebih kuat lagi dibanding sekarang
dan...biar saja dunia makin brengsek
saya tak akan pernah peduli

Geblek benar !!!

Saya lupa mengembalikan Formulir + CV buat ngedaftar music director Radio ITB !!!

Gara-gara keasyikan kerja di Wahana DI Pasar Seni

Geblek...geblek..geblek...

Thursday, September 07, 2006

Perjalanan Mencari Dunia Baru


Heheheh...saya sempet ngerasa nahjong pisan ketika menggunakan judul ini. Kesannya kok kayak mau menyaingi Raden Christopher Columbus dan para pendahulunya. Tapi..yo wes lah, mau ganti judul, maless...lagian saya nggak tahu harus ngurus prosedur pelanggaran hak cipta, maka santai wae lah saya.....

Apa yang dimaksud dengan dunia baru ??? Tentu Dunia-Yang-Baru. Dodol, semua orang juga tau. Ehem..ehem...banyak definisi sebenarnya, namun saya mencoba menjelaskan "dunia baru" versi saya dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas (oooh...ibu Anniar Samanhudi, sudikah Anda mengubah nilai TTKI saya jadi A ? Saya telah berupaya untuk menerapkan ajaran Ibu...).

Kenapa saya mencari dunia baru ? Well, akhir-akhir ini saya merasa dunia saya menjadi trlalu kecil. Bosan. Monoton. Itu-itu saja. Sebagai info, saya bukan anak gaul yah. Ndak eksis lah. Jadi dunia saya adalah seputar SR (tidak semua), warnet, persewaan komik, tempat2 makanan enak, perkumpulan orang-orang senasib, dan intinya sibuk yang nggak sibuk tapi suka sok sibuk. Menjelang akhir liburan, saya mulai mikir....ditahun kedua kuliah, masa ruang lingkup saya tetep yang itu saja ? (Ditunjang faktor kebosanan sementara mendadak terhadap SR) tampaknya saya harus melebarkan sayap mencari dunia baru.

Dunia seperti apa yang saya inginkan ? Dunia dengan saya sebagai superhero di dalamnya ? Ya. Tapi itu dulu. Kalau sekarang saya mikir kayak gitu, egois banget lah...ndak pantes atuh masuk ITB (Lho, apa hubungannya?). Bukan, itu pemikiran anak kecil banget. Maka persepsi baru tentang dunia baru versi saya adalah : dunia itu boleh sangat berbeda dengan dunia saya yg sebelumnya. Namun di dalamnya saya bisa membuat diri saya berharga dan memperoleh kepuasan karenanya. Dunia yang tetap terhubung dengan yang saya pijak sekarang. Dan yang terpenting, tempat terbaik yang membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik dan bijak.

Naaahhh,,,secara ada banyak jalan ke Roma, maka saya pun mulai mencari dan mencari. Ikut kegiatan baru. Mencoba hal2 baru yang positif. Not being a crybaby anymore. Langkah pertama adalah mencoba cari duit sendiri dengan bergabung di Oriflame. Saya senang...senang...senang, dan menimbulkan efek positif yaitu jadi punya pandangan baru tentang makna kecantikan plus lebih care sama diri sendiri. Ternyata, saya memang cukup maniss....(narsis mulai memuncul kehadirat publik)

Lalu sekarang saya tiba2 ingin coba bergabung dengan Radio ITB, 8EH. Best regards untuk seorang sahabat lama, secara nggak langsung dia men-support saya dengan mengatakan bahwa saya punya bakat di dunia itu. Nggak tahu kamu bohong atau tidak, tapi itu jadi suntikan smangat tersendiri. Doakan ya pemirsa...supaya saya lolos recruitment. Pengen jadi music director nih....penyiar juga tampaknya menantang....ato script writer juga ingin...(menunjukkan tipe cewek serakah rupanya) Mari berusaha !!! Mari berdoa !!! Kejar--kejar--kejar...bukankah saya paling benci kekalahan ?

Semoga saya segera menemukan "dunia baru" itu.

"The best place isn't place that always can be seen or can be settled. The most important thing you must remain in your heart is....the best place is in our heart. Something that makes our heart feel warm, the place that heal your pain at all."

Bokuto no Ryuu, taken from Shaman King
Am I a Devil, too ?

Akhirnya saya kembali lagih ke habitat goBlog. Setelah hibernasi cukup lama(1 minggu-an kan lama) akibat kedodolan semua warnet langganan di Cisitu, ITB, dan sekitarnya, sekarang saya sudah kembali !!!

How am I ? Haduh, it's complicated (pan saya termasuk prenster groupies...) lah. Hidup sedang galau dan campur aduk. Kayak primordial sup jaman purba dan saya tercemplung di dalamnya. Mungkin skrg saya sedang mengalami "kawah candradimuka" kali...digodog ampe mampus guna menghasilkan saya yang baru....semoga bisa lebih baik lagi...amiiinnn.....

Berbicara tentang kuliah dan dunia seputar itu, cukup 3 kata ! Dunia memang keras. Sekarang saya bertemu dengan lingkungan baru, orang2 baru, pokoknya yang baru-baru, kecuali baju dan sepatu baru sebab keuangan dalam titik inflasi tertinggi selama menjalani hidup kere ala mahasiswa. Trus karena bertemu dengan yang baru-baru, maka otomatis saya juga mendapat yang baru-baru. Salah satunya adalah bagaimana (ternyata) penilaian orang terhadap saya.

Lanjutan dari postingan yang lalu, kalo soal eksistensi sebagai wanita, saya mah udah pasrah. Sebab saya telah melihat reaksi publik ketika saya memakai rok melambai lembut yang berbung-bunga Hibiscus sp. Hasilnya ? 3 orang mengatakan lucu, namun lebih banyak lagi yang terbengong-bengong dan ngempet ngakak ketika melihat saya melenggang kangkung di depan mereka. Untungnya, efek mati mendadak yang saya khawatirkan tidak terjadi. Thank's God, Engkau masih menyayangi mereka, wahai teman2ku terkasih....

Lalu sekarang saya lagi naik daun dengan kepribadian baru. Lebih gelap dari sebelumnya. Masa saya dibilang Satanic ? Gelo pisan mah si Intan Gemala Badudu (catet pemirsa, spesies ini LELAKI => satu upaya untuk membalas dendam melalui pencemaran nama baik dan imej) yang mencetuskan aksioma ini. Beserta Eri Wijaya Kusuma sebagai tangan kanan penghembus isu hangat ini, maka terhitung sejak Rabu,7 Sept 2006, saya resmi debut di depan publik dengan cap "satanic". Cuma gara-gara selera musik yang rada gawat (menurut lelaki2 desain interior). Secara saya emang suka Dream Theater dan tergila2 dengan musik2 progressive rock serta Gothic ataupun Baroque yang emang "dark" itu. Berhubung itu musik lazim untuk film2 vampir, maka dibaptislah saya sebagai Satanic lover. Sekalian jadi Lucifer aja kali ya ??? Dodolisme menggila yang menyebabkan pembodohan masyarakat.

Tapi, mungkin i'm a devil too. Orang yang kenal saya bilang, saya orangnya "gawat". Bertampang alim namun punya sisi gelap yang dalem. Kata mereka, kalo dibiarin, saya bisa jadi setan kelas berat bertampang malaikat. A girl who has both devil and angel sides inside. Kelihatan keren sih...namun tidak ah, maunya jadi ahli surga saja ah. Berbuat baik hingga mati sholeh dan masuk surga, nanti baru bikin host club bidadara (kalo cewek kan bidadari...) rupawan di surga....hwehwhwhwh

If i've tried to taste vodka, am i devil ? If i 've been dreamed to try cigarette, am i devil ? if i like an illegal and stupid thing, have i been a devil ?

Kalian gak pernah tahu dan gak pernah berhak untuk itu, it's just God who has the right.

Tapi mayaaanlaahh julukan "satanic" itu untuk mempererat hubungan dengan teman2 satu prodi....biar lebih dramatis

biarkanlah manusia tumbuh , mengenal dunia, untuk mencari dan memutuskan untuk menjadi bijak (kalo bingung,,,saya pun ndak ngerti juga)

Tuesday, August 29, 2006

Lelaki-Lelakii....Dasar Kaliaaannnn !!!!
Hai..hai...kembali bersama saya Vini Yudianti alias Chibunoyz, kini di Program Studi Desain Interior (bangganyaa...) FSRD ITB angkatan 2005. Yup2...sekarang sudah mulai di studio, bertemu dosen baru, ritme kerja baru, kebiasaan baru, rute jalan pulang pergi kelilling ITB baru, dan sebagainya. Juga keraguan baru (cailaahhh...keraguan apa ?)....tunggu, catet yah, keraguan baru. Tentang eksistensi sayah sebagai seorang perempuan...yang (setidaknya punya sisi) feminin.
Warning : Kalo setelah baca postingan ini loe semua pada ngakak muntah2 sambil ngehina gue, mending nggak usah baca dari awal !!! *pundungisme dimulai*
Keraguan ini dimulai dari beberapa calon keraguan yang akhirnya menumpuk menjadi besar. (Jika tata bahasa saya berantakan, mohon dimaklumi. Si Ibu Anniar Samanhudi dosen TTKI saya dulu saja dengan berat hati ngasih nilai B di waktu kuliah jaman TPB) Dulu sih, saya masih rada pede dan yakin bener kalo saya tuh masih pantes pake rok, masih pantes kalo kadang rada manja, dan sikap2 lainnya seperti layaknya seorang cewek. Namun sekarang ???? Tidaaaakkkk, tampaknya lingkungan telah salah mendidik saya dan mulai mendoktrindengan dogma nan mutlak mampus bahwa, "Loe itu bukan cewek, Vin !!!"
Teman2ku terkasih, tolong yah, saya ini masih wanita. Tapi emang sih,,,saya sedikit tomboy gitu deh. Terutama para lelaki, kalian sukanya lupa abis kalo saya ini cewek. Sehingga kalian selalu memperlakukan saya layaknya sebagai makhluk satu spesies sama dengan kalian. Contoh konkrit, kalo lagi jalan bareng aja, trus ada cewek girlie bawa barang berat2, langsung aja (sebisa mungkin) dibantuin. Coba kalo gue yang bawa barang berat, bukannya dibantuin, malah jalan di samping sambil ngajak ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya tiba di tempat tujuan, tetep gue yang bawa barang berat ituh,dan gue sendiri pun lupa untuk meminta tolong. Ugh !!!
Kadang lelaki itu bisa menjelma menjadi makhluk yang sangaaaaaat menyebalkan !!!! Salah satu tersangka utama penyebab terjadinya krisis identitas pada saya setelah di Bandung adalah seorang bernama Berri. Ni anak satu prodi dengan saya. Sebagai seorang lelaki, tingkat ke-menyebalkan-nya diyakini telah melampaui standar internasional. Kayaknya di mata dia, saya ini nggak ada citarasa ceweknya sama sekali. Secara tuh anak adalah musuh bebuyutan saya sejak TPB sampai 4 tahun ke depan, maka saya menuduh ini anak sebagai biang keladi terkikisnya eksistensi kewanitaan saya di mata teman2 cowok saya. Terutama lelaki2 desain interior.
Berikut adalah beberapa contoh tekanan batin saya sebagai seorang yang sedang mengalami krisis identitas keperempuanan :
  • Waktu hari pertama kuliah, ternyata jadwalnya sangat menyebalkan. Pindah ruangan, dosen tak ada, ganti jadwal, naik turun tangga cumabuat absen, pokoknya DAMN !!! Trus waktu keluar prodi, mo turun ke DP, pan saya (secara tidak sengaja) jalan dan berada dalam gerombolan cowok2 interior. Ada si Eri, Tian, Opank, Yuki, Hendy, Mala, Mayoci, Cuplis, Danu,dan tentu saja Berri. Trus saya (nggak sengaja) bener2 ada di tengah-tengah dan kebetulan (atau sial besar ?) di belakang saya berjalanlah Berri buduk itu. Trus dia kan ngeledek saya.Dan parahnya suaranya gede banget, secara pas dia ngomong anak2 lagi pada diem semua. Si Berri dong, ngomong gini, "Vin, kamu udah kayak cowok aja ! Dari belakang aja udah gak keliatan kalo cewek, gak beda ama gerombolan cowok2 ini !!!" dan tertawa dengan sadisnya. Walhasil, anak2 cowok lainnya menengok, dan setelah mereka melihat saya, mereka ngempet ketawa tanda setuju (karena saya bertampang pundung kelas berat). ^_^; REAKSI Saya : Mendoakan Berri supaya tiba2 kepeleset ato kejatuhan benda berat, SEGERA.
  • Penyambutan SR Angkatan 2006. Kan dresscodenya formal ala 30-an. Warna monokrom hitam-putih dengan aksen merah. Karena saya tak mau kalah dengan junior dan teman2, maka saya bergaya ala bu guru mod tahun 30'an. Atasan kerah tinggi ala Victorian, rok lurus hitam sebetis, pump shoes putih, juga payung merah menyala sebagai aksen agar eye catching. Juga tak lupa sedikit make up tipis ala 30'an, termasuk rambut poni saya yang modelnya emang udah jadul. Waktu ketemu anak2 seangkatan, karena acaranya udah malem dan nggak terlalu keliatan, mereka sih belum memperhatikan style saya. Masih say hello, cipika-cipiki, dan poto2 bareng bersama. Kehebohan kecil timbul ketika Wei memperhatikan detail dandanan saya (diikuti yang lainnya) dan berkomentar, "Vini ? Loe feminin bangeettt !!!" Kemudian sambung-menyambunglah yang lainnya berkomen mulai dari yang memuji tulus, "Vin, beda banget loe ! Feminin banget ! Niat pisaann ! Keren ide pake payung sebagai aksen atuh !" hingga komentar yang membuat saya mengelus dada dan sekuat tenaga menahan diri supaya nggak ngegetok kepala mereka pake pum shoes. Masa ada yang bilang gini, "Viniii !!!! Loe jadi CEWEK ???" , "Anjing !!! Vini jadi cewek !!!", "Chibun, bisa juga yah jadi cewek?" Berri (lagi-lagi) termasuk tersangka utama. Dia nggak bilang apa-apa sih, tapi tampangnya yang entah bingung, ngempet ketawa, ato mungkin terpesona (???? narsis !) melihat saya membuat saya cukup tersinggung. Buat teman2 yang jadi korban pelampiasan malam itu, maafkan saya yah !!! Really sorry pisaaannn.........

Kapan2 pake pump shoes lagi ah ke kampus....kalo perlu sekalian rok bunga-bunga yang mengembang melambai lembut. Saya pengen tahu seberapa dahsyat efek yang timbul pada khalayak ramai...sekalian ingin melihat apakah ada yang mati mendadak gara2 liat saya tampil sangat feminin....